Penyembuhan dengan sentuhan, Mungkinkah?

Leluhur kita dahulu ternyata sudah mempunyai kebudayaan yang sangat tinggi, mereka sangat menyatu dengan alam, sangat mengerti dengan alam, baik Macro cosmos maupun Micro cosmos. Mereka mengerti bagaimana alam ini bekerja, termasuk terhadap tubuh mereka, mereka sangat paham bagaimana tubuh mereka berproses secara normal dan ketika tubuh tidak bekerja optimal, mereka tahu apa yang harus dilakukan. Mereka paham bahwa tubuh manusia sudah tercipta sempurna, seperti halnya mesin yang bekerja otomatis yang dikendalikan oleh prosesor yang namanya otak.

Dan ketika mesin mengalami sebuah kesalahan dimana bekerja tidak seperti seharusnya, leluhur kita tahu bagaimana berkomunikasi dengan mesin itu, untuk bisa mesin itu merespon apa yang di input oleh leluhur kita dan di proses untuk bisa memperbaiki dirinya sendiri. Leluhur kita dahulu berkomunikasi dengan menyentuh bagian-bagian mana dari bagian tubuh yang sakit dan bercengkrama dengannya dan ketika bahasa yang dimasukkan kedalam bagian tubuh yang sakit MAU di respon oleh tubuh itu, disanalah proses penyembuhan sedang terjadi. cepat atau lambat proses penyembuhan ini tergantung dari respon yang diberikan oleh tubuh itu sendiri.

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1898408880408067&set=pcb.1898408277074794&type=3&theater

Sayangnya seiring waktu berlalu selama ribuan tahun, banyak hal yang menyebabkan kebudayaan leluhur kita mulai ditinggalkan, dilupakan, dan lebih parah dicampakkan, di hujat-hujat karena mereka sekarang ini mempelajari pemahaman baru yang mendoktrin mereka apapun yang dimiliki oleh leluhur kita dahulu adalah salah! tidak sesuai dengan apa yang seharusnya (menurut versi pemahaman mereka).

Sangat banyak hal-hal yang dimiliki oleh leluhur kita sekarang ini tidak lagi dimiliki oleh generasi sekarang, terkecuali di beberapa daerah masyarakat masih melakukannya namun kebudayaan ini bisa dikatakan tidaklah asli karena sudah bercampur dan membaur dengan kebudayaan dari tempat lain, daerah seperti di Bali, Kalimantan, beberapa tempat di daerah jawa. Untuk itulah sekarang ini mulai muncul orang-orang yang menyadari bahwa betapa adiluhungnya kebudayaan leluhur kita dahulu, betapa banyak manfaat yang bisa dirasakan di kehidupan sekarang jika hal ini diterapkan kembali termasuk dalam hal pengobatan.

 

di Era sekarang dimana katanya teknologi pengobatan sudah semakin canggih, hal tersebut juga membawa pengaruh kedalam hal biaya. Masyarakat kita sekarang mindsetnya sudah mengacu kedalam hal pengobatan ala barat, ketika kita sakit apapun kita pasti mengkonsumsi tablet/pil untuk menghilangkan rasa sakit dalam tubuh. Bahkan ada orang yang sudah konsumsi obat setiap hari berhari-hari, berbulan bulan bahkan ada yang hitungan tahunan agar mereka bisa terbebas dari sakit yang tidak diinginkan walaupun mereka sadar obat yang kita konsumsi dalam jangka waktu lama tidak akan baik bagi tubuh, kadar racun dalam tubuh akan meningkat dan masalah barupun akan timbul yang berdampak tidak baik bagi organ vital kita.

Untuk itulah kami para budayawan sekarang ini sedang gencar-gencarnya menyebarkan salah satu skill yang dimiliki oleh leluhur kita dahulu dalam hal berkomunikasi dengan tubuh untuk tubuh itu bisa memenyembuhkan dirinya sendiri dan kamipun sadar halangan kami tidak sedikit, baik dari sisi pemahaman maupun hal-hal lain yang sudah menjadi kiblat masyarakat kita sekarang ini. di Jaman kebudayaan yang berbasis agama, dalam beberapa hal, tehnik komunikasi ini tidak bisa diterima oleh pemahaman mereka karena tidak ada di buku suci mereka, namun sekali lagi karena tehnik ini lebih tua usianya dari agama yang ada, dan seiring perjalanan tehnik ini mulai dilupakan, dan tidak pernah tercatat, kemungkinan hal tersebut yang menyebabkannya tidak masuk kedalam buku suci agama yang ada sekarang ini.

 

 

Dikarenakan tehnik ini tidak terkait dengan agama apapun di dunia ini sekarang, pelan-pelan tehnik ini mulai bisa diterima oleh masyarakat. Siapapun mereka, dari agama dan kepercayaan apapun mereka mulai bisa memahami tehnik penyembuhan ini karena ada beberapa hal dasar dari tehnik ini yang ternyata memang ada di kepercayaan mereka dan bagusnya semua agama di dunia ini memiliki pemahaman yang sama dengan apa yang menjadi dasar dari tehnik ini.

Kami menamakan tehnik ini ATS ( Aji Tapak Sesontengan ), Aji berarti keilmuan atau pengetahuan, Tapak berarti jejak atau sentuhan, Sesontengan berarti ucapan yang tulus (atau komunikasi yang baik). Jadi tehnik ini sangat simpel namun efektif, dan cara pengaplikasiannya pun sangat mudah, bahkan anak sayapun saya ajarkan tehnik penyembuhan ATS ini. Hasilnya? luar biasa!

Bagi masyarakat yang mempunyai keluhan pada tubuh, sakit apapun baik medis maupun non medis, atau ingin sekedar bertanya bisa mendatangi tempat-tempat bakti sosial kami yang, data yang ada sementara masih data lama, tempat-tempat bakti sosial yang baru kian waktu terus bertambah dan kami sedang berusaha mengumpulan lagi tempat-tempat mana saja yang menjadi tempat bakti sosial oleh para budayawan kami ini.. Silahkan klik jadwal di bawah ini untuk melihat tempat bakti sosial kami serta jadwalnya.

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *