Sukracarya : Sekarang Peralihan Menuju Jaman Satya Yuga, Benarkah?

 

#Bayu_Bhakti_Sewana

Jika berani untuk berpikir ulang dengan segala keterbukaan, silahkan lanjutkan membaca. Jika tidak, maka STOP dan jangan lanjutkan membaca. Cyussss….

Konon katanya, ada 4 pembagian Yuga (zaman) yang umumnya disebut Catur Yuga, dimana pembagian dan karakteristik setiap Yuga adalah sebagai berikut:
1. Pada masa Satya Yuga, kesadaran penduduk Bhumi akan Dharma (kebenaran, kebajikan, kejujuran) sangat tinggi. Budaya manusia sangat luhur. Moral manusia tidak rusak. Masing-masing penduduk terhubung langsung dengan “Sang Sumber”. Kebenaran sangat dijunjung tinggi sebagai aturan hidup. Hampir tidak ada kejahatan dan tindakan yang melanggar aturan. Maka dari itu, zaman tersebut disebut juga ‘zaman keemasan’.
2. Masa Treta Yuga merupakan zaman kerohanian. Sifat-sifat kerohanian sangat jelas tampak. Agama menjadi dasar hidup. Meskipun begitu, orang-orang mulai berbuat dosa dan penjahat-penjahat mulai bermunculan. Pada zaman ini, seseorang yang pandai, memiliki pengetahuan dan wawasan luas, serta ahli filsafat akan sangat dihormati.
3. Pada masa Dwapara Yuga, manusia mulai bertindak rasional. Penjahat-penjahat dan orang-orang berdosa bertambah. Kelicikan dan kebohongan mula semakin tampak. Yang diutamakan pada zaman ini adalah pelaksanaan ritual. Asalkan mampu melaksanakan upacara, maka seseorang akan dihormati.
4. Zaman terakhir, Kali Yuga, merupakan zaman kehancuran. Banyak manusia mulai melupakan bahkan tidak terhubung lagi dengan “Sang Sumber”. Banyak moral manusia yang rusak parah. Kaum pria banyak berkuasa dan wanita hanya dianggap sebagai objek pemikat nafsu mereka. Banyak siswa berani melawan gurunya. Banyak orang-orang yang mencari penghidupan dengan tidak jujur. Dan banyak lagi kepalsuan, kebohongan, kejahatan, dan tindak kekerasan. Pada zaman ini, uang yang paling berkuasa. Hukum dan jabatan mampu dibeli dengan uang. Kita sekarang ada pada zaman Kali Yuga ini.

Dari berbagai sumber yang dapat kami rangkum, didapatkan kronologi singkat yang konon terjadi sejak Satya Yuga hingga dimulainya Kali Yuga, sebagai berikut:

Kejadian pada masa Satya Yuga:
• 12100 SM dimulainya Satya Yuga (dimulainya siklus Catur Yuga yang baru) ditandai dengan hadirnya Matsya Awatara, sementara hujan super lebat dan banjir super dahsyat melanda Bhumi dan menghapuskan kehidupan/peradaban di Bhumi dari Catur Yuga sebelumnya.
• Maharaja Bhali memimpin para Asura (Danawa, Rakshasa, Yaksha) ketika para Sura (dipimpin oleh Purandara/Indra) dan Asura bergabung untuk bekerjasama melakukan pemutaran Gunung Mandara (Mandaragiri) di lautan susu untuk mengambil Tirtha Amrita (Tirtha untuk hidup Abadi). Dimana Gunung Mandara ditopang oleh Kurma Awatara.
• Varaha Awatara membununh Hiranyaksha, adik dari Hiranyakashipu.
• Hiranyakashipu dibunuh oleh Narasimha Awatara.

Kejadian pada masa Treta Yuga:
• 8101 SM Berakhirnya Satya Yuga, serta dimulainya Treta Yuga. Ditandai dengan kejadian ketika Maharaja Bhali (Raja diraja para Asura) harus menyerahkan kekuasaannya di 3 dunia kepada Vamana Awatara. Sekaligus pengakuan dari Vamana kepada Maharaja Bhali sebagai seorang Mahatma, dan berhak mendapat gelar sebagai Mahabhali.
• 7200 SM Rig Veda mulai dikumpulkan dan dikodifikasi.
• 5105 SM Dimulainya penyerangan Rama ke Alengka.

Kejadian pada masa Dwapara Yuga:
• 5101 SM Kerajaan Alengka dibawah pimpinan Rahwana (nama pemberian dari musuh) dapat dikalahkan oleh pasukan Rama. Penghancuran dan usaha menghabisi ras-ras serta jejak para Asura dilakukan.
• 3138 SM Bharata Yuda (Perang Mahabharata) dimulai. Pada pertengahan perang ini terjadi perallihan dari Dwapara Yuga menuju Kali Yuga. Perang ini adalah salah satu cara lanjutan untuk memerangi sisa-sisa para Asura yang masih ada.

Maka kemudian Bhumi memasuki masa Kali Yuga, zaman kehancuran.
– – – – – – – –
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa setelah secara bertahap, berulang dan terus menerus berusaha menghabisi ras para Asura beserta jejak-jejaknya, Bhumi justru memasuki masa kegelapan/kehancuran Kali Yuga???
Bahkan, setelah masa Kali Yuga yang sekarang ini berakhir, yang juga berarti berakhirnya satu siklus Catur Yuga (Manwantara VII), Bhumi akan dikembalikan kekuasaannya dari yang sebelumnya dipimpin oleh Purandara sebagai Indra, untuk kemudian di Catur Yuga berikutnya (Manwantara VIII) dipimpin oleh Maharaja Mahabhali sebagai Indra. Lalu tugas Maharaja Mahabhali sebagai Indra adalah membawa Bhumi keluar dari masa Kali Yuga hingga akhir Catur Yuga nanti mencapai masa Satya Yuga (Manwantara VIII).
Maka, benarkah citra yang sangat buruk yang selama ini diajarkan untuk disematkan kepada para Asura itu memang benar-benar seburuk itu? Atau hanya sekedar propaganda terhadap penguasa Catur Yuga (Manwantara VI dan VIII)???

#Ibu_Danu_Matangi
#Wang_Ki_Maung_Matangi
#Jaya_MahaBhali
#Jaya_Watugunung

#salamtigajari

*Lukisan dari Bli Yan J

Sumber : Sukracarya Facebook.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *