Sukracarya : Ternyata Konsep BTS / Repeater Sudah di Gunakan Oleh Leluhur Kita Sejak Dulu #bagian3

#Bayu_Bhakti_Sewana

BTS #3

Masih berlanjut lagi dengan thread sebelumnya terkait repeater/BTS dan jaringan energi yang diwariskan leluhur Dwipantara yang masih diterapkan di Bali.

Sekarang saya bahas mengenai “Pelinggih” sebagai antenna penerima dan menyebarkan energi di persawahan atau di kebun dan lahan perkebunan lainnya, yang masih diterapkan di Bali.

Bermula dari situs/titik sumber energi yang berada di sekitar danau atau sumber mata air yang mengisi danau, didirikan Pura yang disebut “Ulun Danu” (Hulunya danau). Energi dari sumber ini kemudian diserap menggunakan pelinggih2 yang ada di dalam Pura Ulun Danu, dipolakan dan dipancarkan ke segala penjuru. Kemudian di tangkap oleh Pura yang berada di setiap kawasan desa yang disebut Pura Ulun Suwi.

Dari setiap Pura Ulun Suwi inilah kemudian diteruskan ke pelinggih2 yang ada di sawah atau lahan perkebunan. Dengan adanya pelinggih ini sebagai repeater/BTS energi yang dipancarkan dari sumber energi bumi, maka akan terjadi keterhubungan jaringan energi. Apabila tidak ada antenna/repeater/BTS ini maka perubahan energi yang diakibatkan oleh pekerjaan pengolahan lahan seperti mencangkul, membajak dsb. akan menumpuk sedikit demi sedikit kemudian “menggunung” dan berbuah kekacauan. Belum lagi jika ditambah cara pengolahan lahan itu sudah meninggalkan cara2 organik warisan leluhur kita.

Kekacauan energi yang tidak kasat mata inilah yang berangsur-angsur akan memunculkan berbagai bentuk kasat mata berupa hama pengganggu.

Di jaringan energi yang diwariskan leluhur Dwipantara ini dan dipadu dengan cara2 organik inilah yang membawa bangsa ini pernah begitu makmur kaya sumber pangan. Bahkan Jawa dalam catatan2 purba tercatat sebagai lumbung padi.

Jaringan energi ini tidak hanya diaplikasikan di sawah dan kebun, dengan sumber energi yang berbeda dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang mendukung kehidupan manusia. Termasuk jajaran pelinggih yang ada di “Merajan” yang ada disetiap rumah keluarga di Bali.

Begitu tingginya pencapaian pengetahuan Leluhur Dwipantara yang telah diwariskan. Bukan sekedar kebijaksanaan dan filsafat ketinggian yang sulit digapai, namun benar2 terperinci sampai pada penerapan di lapangan yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

Alangkah baiknya jika jaringan energi ini dapat dibangkitkan dan diberdayagunakan lagi di seluruh tanah Dwipantara.

#Ibu_Danu_Matangi
#Wang_Ki_Maung_Matangi
#Jaya_MahaBhali
#Jaya_Watugunung

Jika Anda memahami yang kami sampaikan, silahkan bagikan, agar lebih banyak orang yang ikut memahami… #salamtigajari… \m/

Sumber : Sukracarya Facebook.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *